Aku baru bisa menerka-nerka apa aktivitasnya ketika suatu malam, dia memintaku untuk menjual gelang yang kupakai.Ia mengaku kalah bermain judi dengan seseorang dan perlu uang untuk menutupi utang atas kekalahannya, jadi itu yang dilakukannya selama ini. Aku berkata terus-terang bahwa aku tidak tahu-menahu mengenai utang itu, kemudian aku menyuruhnya untuk kembali besok saja. Bokepbarat Mas Bambang berjanji untuk melunasi utangnya itu. “Apa syaratnya, Mas?” tanyaku penasaran.“Rupanya dia menyukaimu, dia minta izinku agar kamu bisa menemani dia semalam saja”, ucap Mas Bambang dengan pelan dan tertahan. Aku mulai bertanya-tanya, sejak kapan suamiku mulai gemar minum- minum arak.Selama ini aku tidak pernah melihatnya seperti ini. Pernah ketika kutanyakan, kemana saja kalau pulang terlambat.




















