“Sungguh.. masih ‘hangover’?” Hendra bertanya sambil melangkah duduk di depan mejaku. Bokep Ojol Tidak jarang kami suka bertukar “joke-joke” ringan mengenai seks.Hendra memang ganteng, tapi cara bicara dia yang halus bahkan cenderung kemayu makin membuatku tidak risih dengannya. Jam berapa Pak Faisal datang?” tanyaku. Aku balas menyapanya sambil berlalu menuju ruangan kerjaku. dalam keadaan mabuk berat sekalipun aku masih cukup waras untuk tidak bercumbu dengan pasangan sejenis. Anyway, kalau tidak ada dia aku kesepian juga sih, soalnya dia orangnya easy goingdan asyik saja (kecuali kalau kami lagi serius kerja). si Bramanto ngomong bener tuh?”
Kini aku benar-benar tertarik. Tentunya aku tidak bercermin di deretan wastafel tempat Diana dan Nina tadi karena ada semacam perasaan “emoh” tapi ingin menyentuh ataupun mendekati bekas tempat mereka “bermain” tadi.




















