Malu.Namun pengalamanku hari itu dengan Kak Tina membuat aku tambah penasaran mengenai seks. Samar-samar, dari sinar lampu templok dapat kulihat pangkal pahanya yang tertutup celana dalam putih. Vidio Sex “Cuma bercanda. Masih boleh kok. “Aku, Kak.., Aku”, Jawabku. Dia tidak melarang. “Iya Kak”. Muka dan kepalaku memanas. Sesekali aku ingin juga membaca novel lainnya, tapi Kak Tina tak pernah mengijinkan aku menyentuh apa lagi membaca novel-novel itu. Aku semakin berani. “Ya sudah, ganti pakaian dan makan.., Aku siapkan dulu”
Aku masuk kamar, lalu mengambil celanaku. Dengan ragu-ragu, kuletakkan pula kedua tanganku di pahanya. Pikiranku mendadak kosong, ketika punggungku menyentuh dadanya. “Barusan ya?”. Namanya Tina, gadis Bali berkulit hitam manis. Dengan tangannya Kak Tina merasakan kain celanaku.




















