Dan seperti biasa om Reza bangun namun sebelumnya dia mengecup keningku “Cantik.. Bokep Colmek aaaggghh..” Sungguh hebat permainan sex om Reza dia benar-benar laki-laki sejati mnurutku, karena mampu melampiaskan nafsuku. ayo bangun sarapan dulu..” Aku tidak bergeming, tapi aku terkejut ketika mendengar suara yang aku kenal “Papa dengan siapa di hotel ini..” Saat aku buka mataku, aku lihat Galih dengan tatapan kaget berteriak melihatku berada di tempat tidur papanya. Dengan erat aku dekap pinggangnya dan kamipun kembali berciuman namun tetap saling melumat bibir kami masing-masing.Lama kami melakukan hal itu setelah beberapa kali merubah posisi kami. Seperti pemain dalam adegan cerita sex.Hingga keesokan harinya aku mendengar bel pintu berbunyi, aku masih malas buat bangun. Akupun mencoba memberinya pengertian “Aku mengerti Galih.. dan aku akan paham aku nggak akan nuntut lebih dari kamu..” Tapi rupanya




















