aku sangat membutuhkan kasih sayang kalian berdua. Tiba-tiba aku menangkap sorot mata Evi yang begitu marah, menghujam di hadapanku. Bokep Crot Aku dan Tia memilih untuk sembunyi di kamar. Sepanjang jalan, aku gandeng tangannya. Kuraih tangannya, sekali lagi Evi tersentak namun tidak berontak. Hhmmm nikmat banget baunya. Hingga suatu hari, aku dekat dengan seseorang bernama Evi. Kami bertiga hanya duduk terbengong-bengong menatap keluar jendela. Oh my God … perasaan apa ini. Wajah Evi langsung cemberut sambul melepaskan tangannya dari gandenganku. Aku dan Tia memilih untuk sembunyi di kamar. Di sana aku hidup sebagai anak kost. Aku tau pasti, Evi pasti marah dan cemburu melihat kedekatanku dengan Tia. Karena posisi kursinya menghadap samping dan berhadap-hadapan maka aku putuskan untuk menghadap ke depan dan duduk di belakangku dalah Tia.Sedangkan Evi duduk di seberang bangku.




















