Tapi ketika menengadah menatap wajahnya, kulihat bola matanya berbinar-binar menunggu jawabanku.“Aku suka kaki Mbak. Wajahku sangat dekat dgn lututnya. Bokep Twitter Jilat sambil menatap mataku. Jangan ada setetes pun yg tersisa! Lendir yg hanya segumpal kecil, hangat, kecut, yg mengalir membasahi kerongkonganku. Andai saja roknya tersingkap lebih tinggi serta kedua lututnya lebih terbuka, tentu akan bisa kupastikan apakah rambut-rambut halus yg tumbuh di lengannya juga tumbuh di sepanjang paha hingga ke pangkalnya. Sebelah lututku menyentuh karpet. Sebelah kaki menekuk serta terbuka lebar di atas kursi, serta yg sebelah lagi menjuntai ke karpet.“Suka Thomas?”.“Hmm.. Sebab gemas, kukecup berulang kali. Apakah dugaanku salah?” Aku terdiam sejenak sambil tersenyum untuk menyembunyikan jantungku yg tiba-tiba berdebar.“Thomas, salahkah dugaanku?”“Hmm.., ya, benar Mbak,” jawabku mengaku, jujur.




















