Erik kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya. “Aku..aku..sayang Erik”
“Erik adalah milikku..hanya milikku seorang”
Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu. Vidio Sex “Eriik!! “Eriik!! Aku tidak akan pernah membencimu Maria..”
Pelukan Erik semakin erat. Tapi Erik menahanku dengan kuat. “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Saat itu, aku benar-benar sendirian. Enam bulan pun berlalu.Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami.




















