“Ma’af Mbak.. Bokep teerruuss..”
“Kocok Mbak Erna sayang.. Och.. Disatu sisi, aku memang tidak bisa
sejantan Usman, di sisi lain aku nggak
mau kehilangan dan menyakiti istriku. Tahun 1994 adalah tahun
kelulusanku dan di tahun itu pula aku
diterima di suatu Perusahaan BUMN
setelah melalui penyaringan beberapa
kali dan sangat ketat. Maka
pada saat menjelang tiba jadwal catur
rutinku dengan Usman, aku
mempersiapkan diri mengatur strategi
agar semua apa yang ada dibalik
kecurigaanku bisa terjawabkan. Kali ini aku pamitan
untuk tidur dan Usman kuanjurkan
untuk pulang. betul-betul aku nggak
tahaann.. Kopipun aku minum seperti biasanya
tapi hanya seperempat gelas saja. woouwww.. heehhii.. Sudah menjadi kebiasaan
istriku, bila kami sedang bermain catur
dan anakku sudah lelap tidur, istriku
ikut juga menemani sambil
memberikan dukungan untuk
menyediakan secangkir kopi dan
aneka camilan.




















