Aku benar-benar merasa menjadi suami terzalim!“Maryam…!” panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Bokep barat “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”Sedang aku? Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.“Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah.




















