saya udah makan tadi dirumah”.Satu hal yang baru saya sadari & kuketahui setelah menatap wajah wanita ini adalah kelebihan matanya. Bokeb Gimana?”” Kamu emang licik, yah” ujar Vega sambil terseyum & mengangkat pantatnya dari kursi. Ia kelihatan masih yakin & bersikeras bahwa kami hanya sebentar di kamar hotel itu. Tuh udah tepat di depannya” Ucapnya.Aku nggak ngerti apa itu peringatan darinya agar saya mempertimbangkan kemungkinan yang akan terjadi atas perbuatanku, atau ini sebuah tanda darinya agar saya sekarang menancapkan penisku ke “liang surga” miliknya.Saya nggak mau berfikir untuk menjawab pertanyaan ini. Sekilas kulirik kakinya. saya harus lakukan sesuatu agar lebih meyakinkan wanita ini, pikirku.“OK deh, kamu boleh pilih, kalau kamu mau pulang sekarang, saya nggak bisa nganterin kamu.




















