“Sudah malam nih, ntar Papa dan Mama kamu gelisah menunggumu” terangku lagi. Link Bokep Taxi yang kita tumpangi melintasi sebuah jalan yang lampu penerang jalannya agak redup. Itu terlihat dari kesehariannya yang riang dan lincah saat dia berada di kampus. Yang tak lama aku bergegas menyetop taxi yang sedang lewat di depan kita. “Aku sudah banyak menceritakan tentang dirimu kepada Papa dan Mama, makanya mereka percaya kalau aku pulangnya bersama kamu” terang Ananda meyakinkan aku. “Ananda sebaiknya kita pulang yah” kataku pelan. Kamu Din..!” ujarku spontan. Khayalanku buyar bersama teguran dari Dina mengingatkan kalau aku masih menggenggam tangan Ananda. “Lagu ini akan saya persembahkan buat pengunjung yang ada di meja nomer 5, yaitu Ananda bersama kedua orang tuanya dan semoga makan malamnya berkesan dengan hadirnya lagu ini” sahuntuku spontan.




















