Karena hari itu butik Tante Wiwin tidak begitu ramai, kami bertiga ngobrol-ngobrol sambil minum teh di salah satu ruang santai.“Aduh Yo.. Vidio Porno Aku nggak pernah tau dia tinggal dimana, dengan siapa, bahkan aku tak pernah dikasi nomer telepon rumahnya. Lidahku semakin liar menjelajahi telinga, leher dan bahu Tante Wiwin. “Nggak pa-pa Tante..” jawabku seraya menepuk-nepuk kemejaku yang juga kena tumpahan teh. Aku mengangguk. Ini bermula dari suatu kebetulan yang tidak disengaja, Sampai saat ini aku suka tertawa sendiri kalau mengingat awal kejadian ini. Tapi aku nggak mau kalah. mm..” Tante Wiwin langsung mengecup dan melumat bibirku. sshh.. Tante Wiwin pun setuju, namun aku dan Ci Linda berangkat duluan.Malam itu kami check-in di salah satu hotel di daerah Thamrin.




















