Semenjak hari itu hubungan kami berada dalam suasana yg baru. Aku telah tidak mungkin luar biasanya, kini biar segi gelapku yg bertindak. Bokep Colmek Aku terbaring,penat terasa, pinggangku nyeri. Rasa penyesalan perlahan2 merayap . “Saya mau jalan dulu ya mbak, ada agenda kawinan anak kantor..siang baru pulang..”
“Nggih den….monggo..” Jawabnya. Dia terdiam berbagai saat,aura wajahnya berubah. Jemariku segera beraksi, aku menjamah bongkahan pahanya dibawahku, daster itu telah tersingkap ke atas. “Gimana mbak?” Tanyaku sambil kembali duduk dikursiku. Tidak butuh lagi basa basi, aku segera melepas habis pakaian yg dikenakanya. ” Dah sarapan mbak? Mbak Juminten juga jauh dari jenis wanita yg aku inginkan. Ruangan kembali sunyi, mbak Juminten tertunduk, menggenggam kedua tanganya dengan gelisah.




















