SIAPAPUN TOLONG AKU… AKU” Dengan suara serak ketakutan aku mencoba teriak sekencang mungkin berharap ada yang mendengar. hihihi.. Bokep Hot Ya aku bingung… takut, horni, semuanya bercampur jadi satu. Bapak itu ternyata bernama pak Jun. Mulutku tertutup lakban. Aku pernah melihat besi seperti ini untuk menandai hewan ternak. Aku bahkan gak sabar menanti hari eksekusiku. Aku betul-betul pasrah menunggu mati sekarang ini.Berkali-kali pak Jun kembali memaksaku untuk melihat rekaman-rekaman penjagalan. Namun aku harus keluar dari sini bagaimanapun caranya. Memikirkan diriku amat dipuja sampai mereka ingin memakanku benar-benar membuatku jadi horni. Aku mengangguk.“Tahan ya… ini mungkin akan sedikit sakit, tapi dengan ini kamu akan resmi akan jadi betina ternak kami yang akan disembelih dan disantap seminggu lagi, hehehe”Ujung besi panas itu lalu ditempelkan di perutku, tepat di atas vaginaku!Cussssshhh…..“ARRHHKKKKKKKK!!!




















