Segera saja aku menuju kamar mandi bawah untuk mandi. Kukecup keningnya, selanjutnya aku beranjak menuju kamar Zahra dan Nadia. Bokep Korea Aku ikut senang dan mendukungnya. Pernikan kita dahulu dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan. trus maen kuda-kudaan”
“Sudah malam Farhan, papa capek besok saja ya?”
“Nggak mau, pokoknya papa harus temenin maen, kalau tidak Farhan nggak mau tidur malam”.Dengan sangat terpaksa aku menemanin keponakanku itu bermain sepuasnya. Masih teringat ekspresi para tamu undangan yang tersenyum-senyum menyaksikan dua pasang pengantin dengan mempelai pria kembar identik. Kemudian wanita itu membuka sepatuku, kaus kakiku dan tidak lupa menyuguhkan secangkir teh manis hangat dan sepiring kue kesukaanku.Dia adalah Yuni. Istriku pinter masak dan bikin kue, di hari libur pasti disempatkannya membuat sendiri kue-kue yang lezat.Akhirnya aku tertidur juga, karena seharian capek kerja ditambah lagi menemani Farhan main kuda-kudaan.




















