Itu saja. Keterlambatanku dengan selalu menyalahkan kapitalis-kapitalis rakus itu, dimaafkannya dengan mudah. Bokep Jilbab/Hijab Ia sendiri kemudian mengambil duduk di bangku kanan dan mulai mengemudi. Benar-benar butuh refresment hari itu. Paling tidak aku kehilangan keperjakaanku gara-gara tempat ini beberapa tahun lalu. Ketiga temanku berhasil mendapatkan DFA di sana. “Telepon Pak Ricky, dari Felly.”
Shit..! Dan teringat Felly. Tidak dapat dipungkiri.3 kali kami melakukannya malam itu. “Pak Ricky, telepon dari Felly,” Indri, sekretarisku di interkom. Itu saja. Sejenak aku linglung. Hanya beberapa kalimat “Black Label double” pernah kuucapkan sebagai komunikasi nyata antara aku dengannya.Malam itu malam minggu. Dia selalu cemberut kalau aku keluar bersama cewek. “Telepon Pak Ricky, dari Felly.”
Shit..! Akhirnya aku meledak. Mobil itu penuh dengan manusia. Entah bagaimana ceritanya, kami ‘jadian’ lagi.




















