Aku mematung di tempatku berdiri. Bokep Crot Dari balik kaca mobil, seorang lelaki melemparkan jari tengahnya ke arah lelaki berjaket jins. Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Apa yang ingin mereka lakukan? Seperti biasa, aku berdiri di tempat ini, di dekat tiang nama jalan yang bertuliskan Jalan Merdeka Raya. Siapalah aku, aku hanyalah tiang listrik yang mengadu nasib di jalan raya.,,,,,,,,,, Kepalanya jatuh tepat di sisi trotoar. Itu cuma dugaanku. Hingga beberapa gerombolan anak datang menghampiri anak laki-laki itu. Beberapa di antara mereka malah lebih menakutkan daripada hantu-hantu yang bergentayangan di rumah-rumah tua. Dia menjual, bukan mengemis. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Jika hujan, tidak ada yang lebih indah selain melihat orang-orang berpayung, melompati genangan air hingga




















