Tak lama anus ku terisi lagi dan juga lubang kemaluanqu oleh jari-jari Pak HadiCtaaaarr..ctarrrr….aqu melirik ke samping, nampak cambukan Pak Ahmad terus menghajar kulit Bu Melinda.“Eeemmhhh….” perempuan itu mengaduh tertahan karena mulutnya tersumbat gag ball, badannya penuh keringat dan matanya meneteskan air mata.“Pak Ahmad gimana? Bokep Mama Hhhmmm..aqu jadi ada akal, mungkin untuk membalasnya juga, dari posisi yg kurasa bisa melihat apa yg dilaqukan lelaki itu, kulihat dua wartawan sedang terkantuk-kantuk meliput jalannya sidang yg membosankan itu.“Mas…Mas…kalo mau dapet berita besar coba arahin kamera ke situ tuh!” kataqu menunjuk ke arah posisi Pak Sharif.“Hah, ada apa emangnya Mbak di sana?” si kameramen penasaran dan mengarahkan kameranya ke arah yg kutunjuk.Sebuah senyum mengembang di wajahnya, “Hehehe…ini baru beda, gila juga nih orang, pake tablet loh nontonnya, Man…sini Man lihat!” dia memanggil rekannya.“Weleh….sempat-sempatnya nih orang!”




















