“Maafkan saya Kang …” katanya di sela-sela isakan tangisnya. “Lis…. Bokep Crot Kami perlakukan dia sebagai salah satu famili dekat. Selangkangan berbulu halus itu telah membasah dan lembab. Lilis bersedia kerja apa saja, jadi pembantu sekalipun, untuk mengejar cita-citanya. Tak sadar Aku mengelus-elus rambutnya yg lurus dan panjang sepunggung, seperti rambut isteriku. Lilis makin menggila …. Lilis Baru pulang dari luar kota tadi malam Aku agak malas untuk siap-siap ke kantor, nanti agak siang saja Aku masuknya. Tp masih belum mau bicara. “Kenapa Lis?”
“Maafkan saya Kang….”
“Kamu salah apa” Dia tak menjawab, masih terisak. Pahanya sdh membuka lebar.




















