Kulihat
novel itu ada di atas meja. Akupun makan. Bokeb Aku pun berdiri. Tekanan dada Kak Tina, beradu dengan tekanan punggungku. Tinggallah aku
sendiri. “Aku, Kak.., Aku”, Jawabku. Mana bisa. Sulit
sadarnya. Tapi memang celanaku basah sekali. Sulit
sadarnya. Naluriku menyuruhku untuk
menekan punggungku ke dadanya. Saya belum pernah Kak Tina ijinkan membacanya”. Beratkupun saat itu belum sampai 40 kilo. Lama kupandangi selangkangan
Kak Tina sampai dia mengubah posisinya. Dalam tidur aku bermimpi. “Emangnya..?” tanyaku heran. Ternyata dia
pernah bersekolah sampai tamat SMP. Kak
Tina tampak kepanasan. Untung sisanya telah mengering. Samar-samar
kuamati ada sekumpulan rambut di sana. Saat mataku melihat lemari Kak Tina yang terbuka (biasanya
selalu dikunci), aku tergerak untuk mencari novel yang
disembunyikannya. Tinggallah aku
sendiri. Aku salah tingkah. Saat mataku melihat lemari Kak Tina yang terbuka (biasanya
selalu dikunci), aku tergerak untuk mencari novel yang
disembunyikannya.




















