“Kalau mengerti mengangguklah!”
Mbak Ratih mengangguk. Oww…sial, aku keluar. Bokep Twitter Netek sama Denok”, katanya. Shit, beneran toketnya gedhe! Ratih, ratih ratih!”, kataku. Ngilu rasanya keluar di dalem. Kubenamkan lama di dalam sana, Denok memelukku. Seketika itu ia menjatuhkan sapunya dan berkata, “Iya den?”
Aku turunkan celanaku. Mbak Ratih pun dengan mata terpejam meraih tali Bra-nya di punggung. Aku peluk dan kuhisapi teteknya, lalu kukulum dia. “Mulai sekarang mbak kalau aku panggil patuh pada perintahku, mengerti?”
Mbak Ratih mengangguk. Mbak Ratih keluar kamar dengan wajah sayu. Rasanya asin, aku terus hisap dan kujilati hingga sangat basah. “Aku sedang belajar hipnotis nih, boleh nggak jadi subjeknya?”, tanyaku. “I…iya”, kataku. Cantik sekali mbak Ratihku ini. Pagi seperti biasa, ibu dan ayah pergi ke kantor. “Nikmat ndak?”, kataku.




















