“Nginep ditempat Mey-mey?”. Genjotan kontolku pada nonoknya mulai cepat, kasar dan liar.Lalu aku memintanya untuk berbalik, sambil merangkak dan menungging dibukanya kakinya lebar, dia menatap mukaku sayu sambil memelas “Masukin kontol gede om dari belakang kelobang nonok Mey-mey..”Aku pun menatap bokongnya. Bokeb Masi bisa kuliahin ja dah bagus, itu ja tersendat ngirim duitnya. Kembali aku melepas bibirku dari bibirnya. “O bisa om, om mo minum apa?”“Gak usah repot deh, skarang dah waktunya makan kan, bisa gak Mey-mey nemeni aku makan”. Kakakku nitip makanan buat anaknya, karena aku ke jakarta ya akulah yang disuruh jadi messenger. Uuhh .. Dia mengimbangi secara reflek. Pada pangkal kepala ada alur semacam cincin atau bingkai yang mengelilingi kepala itu. KKN kali ya (bukan korupsi, kolusi dan nepotisme lo).“Makasi ya, namanya Mey-mey ya, saya om nya Noni”.




















