“ aku diam saja hanya membalasnya dengan usapan lembut di rabutnya yang ikal,“Semenjak pertama kali Ari kos di sini Bu, soalnya saya diem-diem ngagumin Ibu”Ohh…aku sudah semakin tidak tahan lagi, seluruh tubuhku terasa panas, ingin rasanya aku memeluk dan mencium setiap inci tubuhnya,“Ooh gitu, ya sudahlah tapi kamu janji ya, jangan di ulangi lagi?” Ari hanya mengangguk lemah,“ya sudah Ibu mau ke pasar dulu,” sebelum aku meninggalkannya, dengan sengaja celana dalam itu tidak aku ambil dan kubiarkan saja di samping Ari, anggap saja itu obat buat dirinya agar cepat sembuh.***********Hari semakin siang. Bokep Montok Mbak pake taksi aja jadi ga usah repot-repot!” katanya.“Ehh…iya…iya Mbak saya tunggu!” kataku.“Oke, Dhe see you tommorow ya, dadah!” katanya menutup pembicaraan.Aku menaruh gagang itu pada telepon dan berbalik menatap marah pada Pak Budi, hatiku panas sampai tidak tahu




















