“mmmmm…” jawabnya gak jelas.Karena aneh atas jawabannya aku mengirim pesan “Ada apa mbak, apa ada masalah ?”Agak lama dia mengirim jawaban “Rian, masih inget tawaran kamu waktu itu nggak ?”Jujur aku lupa sekali apa yg aku tawarkan, karena pikiranku penuh dengan pekerjaanku. Aku mengerti, kemudian aku remas-remas perlahan payudaranya sambil kadang-kadang memutar-mutar pentilnya.Serangan aku tingkatkan. Bokep Crot Aku memang sebenernya cuma mau menggoda dia.Setelah chat itu, aku gak begitu memperhatikan mbak Femi karena pekerjaan ku sangat bertumpuk waktu itu. Kemudian aku memeluk tubuhnya erat.Entah kenapa aku jadi sayang sekali dengan wanita itu. Aku cium pinggulnya kemudian paha dalamnya. Sekitar jam 7 malam tiba-tiba mbak Femi memelukku dari belakang, kemudian menggelayut di punggungku.“eh udah bangun mbak ?” tanyakuDia cuma mengangguk sambil tetap memelukku erat.“Maaf ya Yan..” katanya manja.










