Ibu memberiku kunci agar aku bisa masuk rumah dengan leluasa. “Kok lama sekali?” tanya ibu ketika aku datang. Bokep Mom Ketika aku sudah mengambil barang dan hendak berbalik, Pak Toyo berdiri begitu dekat dengan diriku sehingga hampir saja kami bertubrukan. Ia lebih Jawa ketimbang Ambon, meski namanya Ambon. Seperti biasa aku terus saja nyelonong masuk ke ruang dalam untuk mengambil barang yang kuperlukan.Tak kusangka, Pak Toyo mengikutiku dari belakang. Bagaimanapun Pak Toyo adalah suami ibuku. Perlahan-lahan ia bangkit dan melepaskan seluruh pakaianku. Rasa takut dan kasihan kepada ibu membuat aku luluh. Bukan main! Aku memang puas dan bahagia dalam soal pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi sebenarnya jauh di dalam lubuk hati-aku sungguh terguncang. Kubiarkan ranjang morat-marit dan sprei berdarah itu tetap berada di sana. Aku memang puas dan bahagia dalam soal pemenuhan kebutuhan biologis,




















